Live Webcam

Live Stream
Created By Rangga Febrian
Copyright 2010
Website

Tinjauan Mengenai Karir di Bidang Komputer

KATA PENGANTAR

Puji Syukur atas berkah rahmat dan nikmat yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa sehingga saya dapat menyelesaikan tinjauan ini.
Adapun tujuan penulisan ini adalah untuk memenuhi tugas yang diberikan oleh Bapak Tubagus Maulana. Adapun judul yang penulis ambil adalah “Tinjauan Mengenai Karir di Bidang Komputer”.
Dalam penulisan ini, saya menyadari dengan sepenuhnya segala kekurangan baik dari segi tata bahasa maupun dari segi ilmiahnya. Oleh karena itu, penulis mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun untuk penyempurnaan tinjauan ini.
Pada kesempatan ini, saya menyampaikan rasa terima kasih kepada :
1. Yth. Bapak Tubagus Maulana, Skom selaku Dosen Etika dan Profesionalisme TSK.
2. Laboratorium Lanjut Sistem Komputer yang telah memberikan fasilitas untuk menyelesaikan tinjauan ini.
3. Rekan – rekan Asisten Laboratorium Lanjut Sistem Komputer yang telah mendukung dalam penulisan tinjauan ini.
Akhir kata penulis berharap semoga tinjauan ini dapat menjadi sumbangan yang berharga bagi pihak yang memerlukannya.
Bekasi, 19 Mei 2010


Penulis


Pendahuluan

Saat ini perkembangan dunia Teknologi Informasi disingkat (IT) sangatlah pesat, terbukti dengan meningkatnya pengguna internet dikalangan masyarakat. Berdasarkan Sumber dari internetworldstats.com data update 30 Juni 2008, jumlah pengguna internet di Indonesia menduduki peringkat ke 5 di Asia. Negara yang paling dekat dengan Indonesia (malaysia) menduduki peringkat 9. Sedangkan peringkat pertama diduduki oleh China. Untuk itu, peluang sebagai instruktur atau administrator pada jaringan pun cukup besar. Kebanyakan masyarakat hanya menggunakan internet sebagai user saja (pengguna), belum tentu orang yang sedang menggunakan komputer dan ber-internet mengerti tentang teknologi yang telah mereka gunakan. Saat ini banyak sekali kemudahan bagi pengguna untuk terkoneksi dengan internet, contohnya dengan mempunyai modal sebuah handphone dan cukup pulsa sudah dapat langsung terhubung ke dunia maya (internet). Pada saat ini berbagai provider seluler pun berlomba-lomba bersaing saling menurunkan tarif koneksi internetnya, belum lagi banyak perusahaan yang menciptakan modem mini yang portable. Banyak perangkat-perangkat jaringan buatan luar yang berteknologi tinggi yang digunakan oleh masyarakat Indonesia, dan kita sebagai pribumi pun minimal harus bisa dan mengerti tentang seluk beluk dari perangkat itu sendiri. Oleh karena itu, sudah banyak pula di ibukota beberapa lembaga dan akademi menyediakan pembelajaran dan kursus untuk mengkonfigurasi perangkat-perangkat tersebut. Saya selaku mahasiswa di bidang IT pun ikut andil dalam pembelajaran tentang teknologi komunikasi komputer yang sedang berkembang pesat ini.



Munculnya Terobosan Baru Dalam Teknologi Komputer
Saat ini perkembangan teknologi komputer sangatlah cepat, sehingga banyak terobosan dan teknologi baru yang berkembang, yang paling menonjol dari perkembangan itu adalah munculnya system operasi yang Open Source, yaitu Linux. Dan dikembangkan bersama dengan lisensi dari GNU / GPL (General Public License.) GNU/Linux ditawarkan dengan makna kebebasan dimana masalah biaya dapat dikatakan hampir gratis. Pengguna tidak perlu membayar biaya lisensi dan hanya dikenakan biaya CD atau dokumentasi saja. Meskipun banyak sekali para pengguna menyatakan GNU/Linux adalah gratis, tetapi sebenarnya tidaklah demikian. GNU/Linux adalah perangkat lunak bebas dan bukan gratis. Jika kita mengacu pada harga, biaya gratis hanyalah untuk biaya lisensi saja, selebihnya, beberapa vendor seperti RedHat memberikan support dengan cara membayar, itupun apabila Anda menginginkan lebih dari satu buah support. “Free speech, not Free Beer.”


Fleksibilitas

Setiap program yang keluar dengan embel-embel GNU merupakan perangkat lunak dimana kita mempunyai akses terhadap kode program tersebut. Tujuan dari kebebasan ini adalah agar kita dapat melakukan optimasi dan konfigurasi sesuka kita dan kemudian dibagikan untuk orang lain. Yang menjadi pertanyaan sekarang, apakah kemudahan akses ke kode program ini berlaku untuk para pengguna? sejauh mana kebebasan ini dapat kita gunakan? Ketersediaan akses kode program pada produk GNU/Linux memang meru- pakan keuntungan bagi komunitas dan siapa saja yang ingin memberikan sumbangsihnya, tetapi hal ini bukan berarti kita perlu melakukannya untuk diri kita sendiri.


Lisensi

Masalah lisensi selalu menjadi hal yang memusingkan apalagi jika kita berhadapan dengan lisensi yang menetapkan berapa banyak jumlah user yang dapat menggunakan layanan yang sama. Masalah lain yang dapat timbul adalah diperlukannya penghitungan biaya lisensi dengan cermat sehingga menambah pekerjaan yang sebenarnya tidak perlu. Dengan adanya GNU/Linux yang diberikan dengan ’lisensi’ unlimited user, unlimited installation sudah pasti hal ini mengurangi beban pekerjaan.

Stabilitas

Di GNU/Linux, kita beruntung jika mengalami crashed sedangkan di produk Microsoft atau Macintosh, kita beruntung jika tidak mengalami crashed Kernel Linux dibangun ketika sistem Unix menjadi pilihan utama para pengguna server karena kestabilannya. Dari contoh inilah ’Unix’ yang baru dibangun ulang dan kemudian dikerjakan bersama-sama oleh komunitas. Microsoft sendiri yang dikenal dengan inovasi-inovasi yang luar biasa ternyata tidak mengindahkan masalah dari produk mereka sendiri. Contohnya saja Windows NT 4.0 Server yang saat ini sudah tidak disupport oleh Microsoft, yang tentu saja mereka sudah tidak peduli sejauh mana produk mereka ternyata masih digunakan banyak orang dan masih juga bermasalah. IBM sendiri juga menyatakan dalam websitenya bahwa Linux stabil, fungsional, dan menawarkan nilai lebih.


Kekurangan Linux

Meskipun banyak dukungan mengalir untuk GNU/Linux, tetap saja sistem operasi ini bukanlah yang paling sempurna. Banyak kesulitan ditemui yang menghambat penggunaan GNU/Linux pada masyarakat luas.

1. Kurang User friendly

Kesulitan yang didapat dengan alasan tidak User-friendly semata-mata hanyalah karena dominasi sistem operasi yang berbeda. Masyarakat kita saat ini lebih tergantung dengan kegiatan yang berbasis grafis yang memudahkan pekerjaan. GNU/Linux menggunakan pendekatan yang berbeda. Perintah-perintah yang ada masih disajikan dalam bentuk command-line dimana setiap pengguna harus melakukan pengetikan perintah untuk menjalankan suatu program. Apakah ini berarti GNU/Linux tidak user-friendly? Tentu pendapat ini sama saja dengan membandingkan naik mobil otomatis atau yang manual. Masing-masing mempunyai kelebihan (atau kemudahan). GNU/Linux saat ini sudah dilengkapi dengan tampilan grafis yang indah (KDE, GNOME, Enlightment, dsb), bahkan lebih indah dari Windows. Jumlahnya pun lebih dari satu. Kita dapat memilih Desktop Manager mana yang sesuai dengan selera kita lalu melakukan konfigurasi sendiri agar lebih nyaman
penggunaannya.

2. Instalasi yang sulit

GNU/Linux mempunyai arsitektur yang berbeda dengan produk Microsoft. Contoh sederhana saja jika Microsoft menggunakan karakter A, B, C, dst untuk menunjukan partisi, GNU/Linux menggunakannya dengan cara yang berbeda. Tentang cara instalasi umumnya orang mengalami kesulitan ketika harus memasang GNU/Linux pada komputer mereka bersamaan sistem operasi Windows. Hal ini tentu saja berbeda ketika banyak orang menginstall Windows dalam keadaan komputer kosong. Begitu juga dengan GNU/Linux. Saat ini, jika kita memasang GNU/Linux pada sebuah komputer baru misalnya, kita tidak akan kesulitan seperti yang ditakutkan banyak orang. Ambil contoh saja Mandrake GNU/Linux yang saat ini dikenal dengan instalasinya yang sangat mudah.


Aplikasi


Implementasi GNU/Linux dapat diawali dengan menggunakan aplikasi dibawah
ini:
• Webserver dengan menggunakan Apache pada Intranet perusahaan.

• Email server yang dapat melakukan SMTP, POP3, IMAP4 (Sendmail)

• File-sharing dengan menggunakan Samba.

• Webserver yang dapat menggunakan SSL dengan menggunakan SSLeay
dan Apache mod ssl.

• Webserver yang dapat menggunakan Java applets, servlets (Apache mod jserv),
PHP, dan database relasional.

• Database dengan menggunakan MySQL, Postgresql.

• Aplikasi baru dengan menggunakan C++ (kompilasi menggunakan gcc)
• Image manipulation dengan menggunakan GIMP

• DNS server dengan menggunakan BIND atau DJBDNS

• Firewall dengan menggunakan Iptables

• proxy server dengan menggunakan Squid

• Router dengan menggunakan Zebra

• Aplikasi Web dengan menggunakan EnHydra

• Direktori server dengan menggunakan OpenLDAP

• Mailing-list internal dengan menggunakan MailMan

• Fax server dengan menggunakan Hylafax, dan masih banyak lagi pilihan
yang ditawarkan.

Perangkat Keras


Meskipun GNU/Linux pernah dikabarkan dapat digunakan pada komputer 386, tetapi hal tersebut penggunaannya sangat terbatas. Saat ini, setidaknya diperlukan komputer setingkat pentium dengan memory 32 MB dan 1 GB HD, tentunya jika Anda ingin menggunakan aplikasi yang lebih banyak, disarankan untuk menggunakan komputer yang lebih baik.

Distribusi


Distribusi hanyalah masalah selera dan kepercayaan. Anda bebas memilih distribusi manapun yang Anda suka. Beberapa distribusi yang terkenal adalah RedHat (pada saat artikel ini ditulis Redhat telah merilis Redhat 9 yang terbaru), SuSE, Debian, Slackware (saat ini versi 9), dan Mandrake. Gunakan selalu kernel yang terbaru (saat ini 2.4.20)

Sumberdaya

Sumberdaya merupakan hal yang paling penting dalam membentuk tim kerja yang baik. Carilah orang-orang yang mempunyai visi yang sama dengan Anda. Setidaknya Anda dapat saling berusaha dan bekerja sama.


Kesimpulan

Dengan kondisi perekonomian yang kurang stabil ini, maka solusi untuk masalah keterbatasan dana dan sumber daya adalah yaitu menggunakan perangkat dan system Open Source. Sehingga kita dapat memiliki system tersebut dan dapat mengembangkan kembali sesuai dengan kebutuhan. Berikut kesimpulan yang dapat saya berikan :

Pengaruh GNU/Linux Terhadap Para Profesional IT


Keberadaan GNU/Linux tidak dapat diingkari lagi, setidaknya hal ini dapat menjadi pilihan dalam setiap pengambilan keputusan. Semakin hari para profesional IT dituntut untuk selalu dapat memberikan solusi yang berimbang dari segi fungsi dan biaya. Hal inilah yang dituntut oleh banyak perusahaan dari pekerja IT mereka. berbicara mengenai biaya dalam proyek IT, semua orang percaya bahwa IT seringkali mengambil porsi yang besar dalam setiap proyek yang ada. Dari pembelian perangkat keras, biaya perangkat lunak, biaya sumberdaya, masalah biaya yang diekivalensikan dengan waktu, dan masalah maintenance. Dari keempat parameter diatas, dengan menggunakan GNU/Linux setidaknya kita dapat mengurangi biaya lisensi sehingga nilai fungsionalitas dari proyek tersebut dapat bertambah. Masalah maintenance GNU/Linux dikenal hanya butuh sedikit biaya dan tentunya update program dapat dilakukan dengan biaya hampir NOL. Masalah yang masih mengganjal saat ini adalah tentang sumberdaya, dimana seperti yang kita ketahui tidak banyak orang yang mengerti GNU/Linux dengan baik. Untuk hal yang terakhir inilah rasanya kita
juga perlu menginvestasikan diri kita agar kita sendiri mempunyai pengetahuan yang cukup, setidaknya untuk dapat menyakinkan lapisan atas bagaimana GNU/Linux dapat digunakan dengan nilai tambah.

Jika Anda belum pernah menggunakan GNU/Linux sebelumnya, dan juga mempunyai sumberdaya yang terbatas. Hal yang paling mudah untuk dilakukan adalah mempersiapkan diri Anda sendiri. Yaitu dengan belajar dan melakukan test dari program yang ingin digunakan. Kemudian, jika Anda merasa sudah menguasai atau setidaknya mempunyai sumberdaya yang cukup. Jangan terburu-buru untuk mengganti semua server yang ada sehingga sistem produksi menjadi terganggu. Lakukan saja semuanya setahap demi setahap.

Linux Administrator

Sesuai dengan judul sub bab ini, peluang karir yang akan saya tempuh adalah sebagai Linux System Administrator atau sebagai Linux Network Administrator, Karena pada saat ini perusahaan-perusahaan besar banyak yang bermigrasi menggunakan system operasi ini untuk meminimalkan pengeluaran dan agar lebih stabil dalam performance. Sehingga peluang lapangan kerja pun cukup luas dan belum banyak orang yang megerti dan mendalami system ini. Kedepannya saya akan memperdalam ilmu ini dan mengikuti beberapa Seminar / Workshop yang membahas system operasi ini, khususnya dalam dunia /Networking. Setelah mendapatkan sertifikat ini maka peluang lapangan kerja pun semakin luas. Saya yakin perkembangan GNU/Linux akan terus dan lebih berkembang lagi, bahkan dapat mengalahkan pamor dari pendahulunya yaitu Microsoft.

Go Open Source
Gunakan komunitas GNU/Linux yang ada. Anda dapat bergabung dengan kpli@jakarta.linux.or.id, ubuntu-metro, ubuntu-indonesia.com dan linux-admin@linux.or.id untuk mendapatkan bantuan.

Jika pada akhirnya Anda dapat mengganti server dikantor yang ada dengan GNU/Linux dan memberikan performa yang baik tanpa embel-embel biaya, tunggu saja memo dari atasan untuk meminta pertanggung-jawaban kenapa Anda tidak menggunakannya dari dulu?

Referensi


[1] http://www.software.ibm.com/data/db2/linux
[2] http://www.mindcraft.com/whitepapers/first-nts4rhlinux.html
[3] http://www.praxis.co.za/990422 NT Linux.htm
[4] http://www.opensource.org/hallowen/index.html
[5] http://www-1.ibm.com/linux/pdf/BWEprintLinux.pdf
[6] http://www.kernel.org
[7] http://fokus.gmd.de/linux/linux-hardware.html
[8] http://securityspace.com/s survey/data/200302/index.html
[9] http://cr.yp.to/surveys/smtpsoftware6.txt
[10] http://www.pcmag.com/article2/0,4149,16227,00.asp
[11] http://www.sap.com/company/press/press.asp?pressID=39
[12] http://www3.ca.com/solutions.technologysubsolutions.asp?ID+3278
[13] http://www.tldp.org
[14] http://www-1.ibm.com/
[15] http://www.dwheeler.com/oss fs why.html
[16] http://www.osopinion.com/Opinions/GaneshCPrasad/Mgr’s-Guide-to-Linux.zip





Penulis,







Rangga Febrian Effendy (21106124)


Selengkapnya...

Membuat PC Clonning "Diskless System" dengan K12LTSP Berbasis RedHat 9

Pada artikel ini saya ingin berbagi pengetahuan tentang PC Clonning "Diskless System" dengan K12LTSP Berbasis RedHat 9 .Mungkin sebagian kita pernah mengetahui tentang PC Clonning, yaitu sebuah clone PC dari server. Jadi clientnya memiliki karakteristik yang hampir sama dengan servernya. PC Clonning kebanyakan dibentuk untuk memanfaatkan PC lawas yang kita miliki, jadi kita bisa memanfaatkan PC lawas kita [386,486,P1] untuk kegiatan perkantoran, edukasi dan warung internet (Warnet). Jika kita ingin menerapkan PC Clonning berbasis Windows kita bisa memakai server dengan operating system : Windows NT TSE + Citrix atau juga bisa memakai : Windows 2k Server, tapi bayangkan jika kita memakai Sistem Operasi Windows harga lisensinya tidak sebanding dengan harga PC 386, 486 ataupun P1, nah untuk mengatasi hal itu solusinya adalah Linux....Linux....dan Open Source.


Q : Apa yang dimaksud Diskless System ?
A : itu artinya bahwa PC client tidak lagi mempergunakan Harddisk. Nanti proses booting nya pake disket atau booting melalui jaringan.
Inilah skema jaringan Diskless System :

Diskless Client Diskless Client Diskless Client
192.168.0.1 192.168.0.2 192.168.0.3

Linux Diskless Server :
Ini adalah Server Linux. Server ini dibangun dengan teknologi LTSP (Linux Terminal Server Project). Untuk saat ini saya mempergunakan distro : K12LTSP berbasis RedHat, maksudnya K12LTSP adalah distro turunan RedHat yang difungsikan sebagai Terminal Project. Dalam riset ini saya mempergunakan PC Server dengan spesifikasi :
Processor AMD Duron 700 Mhz
RAM 1 Gb
HDD 20 Gb
LAN Card : Realtek RTL8029
VGA Card : ATI 8 Mb
Floppy
Monitor, keyboard & mouse

Diskless Client
Ini adalah client linux. Dalam riset ini saya mempergunakan PC client dengan spesifikasi :
Intel P1-166 Mhz
RAM 32 Mb
Floppy
Monitor, Keyboard & mouse
Tanpa Harddisk

Komputer2 tersebut dihubungan dalam sebuah jaringan komputer, dengan IP address dalam 1 (satu) subnet mask --lihat skema.

elebihan Diskless K12LTSP :
1.Dapat menjalankan kebutuhan Office yang tersentralisasi, maksudnya nanti kebutuhan Officenya hanya di pasang pada server. Kalau usernya udah terbiasa pake MS. Office boleh2 saja, karena kita bisa menggunakan software WINE di Linux.

2.Penghematan Anggran karena kita masih bisa memanfaatkan PC lawas kita.


3.Penghematan Harware : CD ROM, Modem, Printer dan Harddisk karena peripheral tersebut hanya dipasang pada server.

Kekurangan Diskless K12LTSP :
1.Usia pemakaian Harddisk yang pendek. Karena semua client akan membebani aplikasi (live application) pada harddisk server.
2.Untuk Server membutuhkan kapasitas RAM yang sangat besar.
3.Client tidak akan jalan jika server belum dinyalakan.

Panduan Mendirikan Diskless System Dengan K12LTSP Berbasis RedHat 9.
Perangkat Keras yang dibutuhkan :
. PC Server
Beberapa PC Client
Switch atawa HUB
Cable UTP 5 Category
NIC

Distro :
K12LTSP Berbasis RedHat 9

Langkah Pengerjaan Pada Server (Diskless Server) :
Boot PC Anda melalui CD-ROM
Anda baca langkah2 berikutnya dengan menekan NEXT sampai Anda berada
pada INSTALLATION TYPE.
o Linux Terminal Server
o Personal Dekstop
o Wokstation
0 Server
0 Custom
Pada INSTALLATION TYPE ini Anda memilih type : Linux Terminal Server
Selanjutnya Anda harus berhadapan dengan proses pembuatan partisi yaitu : ext2/ext3 dan partisi Swap (dalam hal ini saya anggap anda sudah mengerti cara untuk instalasi Linux).

Konfigurasi Boot Loader, biasanya sih LILO atau Grub terus jangan lupa tempatkan Boot Loadernya pada MBR

Konfigurasi Jaringan
Pada bagian ini Anda diminta mengisi HOSTNAME dan IP Server.
Hidupkan komputer server yang telah berisi Linux K12LTSP
Log on sebagai root
Pastikan kita mencatat alamat MAC kartu jaringan, dengan cara :
# ifconfig
Hasilnya :
eth0 Link Encap:Ethernet HWaddr 00:0A:EB:0A:9A:7D
inet addr:192.168.0.1 Bcast:192.168.0.255
Mask:255.255.255.0

Yang perlu Anda catat alamat MAC nya : 00:0A:EB:0A:9A:7D

Kita ke langkah berikutnya deh :
#cd /etc/
# vi dhcpd.conf

Lakukan editing pada settingan berikut ini :

host pc_x { hardware ethernet [isi dengan MAC Adress yg sudah diperoleh];
fixed-address [isi dengan IP address client ke-n];
filename "/lts/vmlinuz.ltsp";
option option-128 e4:45:74:68:00:00;
option option-129 "NIC=8139";
}


Lakukan perintah tsb. untuk sejumlah PC yang ada, misalnya Anda memiliki 5 (lima)
client berati perintah tersebut dicopy sebanyak 5 (lima)
Simpan dengan perintah ":wq" -- titik dua wq

Keterangan :
-= pc_x adalah nama host untuk client Anda
-= NIC=8139 adalah type NIC yang Anda miliki

Lakukan proses restart sebagai berikut :
# /etc/init.d/dhcpd restart

Langkah Setting Diskless Client

Hidupkan server berbasis K12LTSP
Log on sebaga root
# cd /tftpboot/lts/boot/bootroms
Cari file *.lzdsk
Laksanakan proses pembuatan disket utk booting client, dengan cara :
# cat [nama_driver_NIC] > /dev/fd0

contoh :

# cat rtl8139.lzdsk > /dev/fd0

Nah sekarang Anda booting client dengan disket booting yang sudah dibuat, dan silahkan menikmati PC Clonig dengan spesifikasi rendah tetapi sama performa nya dengan PC Server.
Selengkapnya...

Protokol Dalam Jaringan Komputer

Manusia dalam berkomunikasi antar sesamanya, sering terjadi kedua pihak baik
pengirim maupun penerima berita tidak mengerti informasi yang disampaikan.
Salah satu alasan utamanya adalah ketidakksamaan bahasa yang digunakan
diantara mereka.
Agar keduanya dapat memahami informasi yang disampaikan, maka diperlukan
bahasa yang dapat dipahami oleh kedua belah pihak, atau dengan kata lain harus ada aturan yang jelas dan disepakati untuk dapat berkomunikasi.
Komunikasi antar mesin/komputer pun demikian pula, apabila komputer/mesin
tersebut merupakan produk dari berbagai pabrik, oleh karena itu diperlukan
suatu aturan agar pengirim dan penerima mengerti informasi yang dikirim,
jadi dalam komunikasi data juga memerlukan sebuah peraturan atau prosedur
yang saling menterjemahkan bahasa yang dipakai pengirim dan penerima.
Aturan itu adalah protokol, yaitu suatu kumpulan dari aturan -aturan yang
berhubungan dengan komunikasi data agar komunikasi data dapat dilakukan
dengan benar. Protokol pada dasarnya, adalah sebuah persetujuan semua
pihak yang berkomunikasi tentang bagaimana komunikasi tersebut harus
dilakukan.

Model-Model Protokol

1. Protokol Model OSI
Secara umum untuk jaringan sekarang, pembakuan yang paling banyak digunakan
adalah model yang dibuat oleh International Standard Organization (ISO)
yang dikenal dengan Open System Interconnection (OSI). Model OSI tidak
membahas secara detail cara kerja dari lapisan-lapisan OSI, melainkan hanya
memberikan suatu konsep dalam menentukan proses apa yang harus terjadi, dan
protokol-protokol apa yang dapat dipakai di suatu lapisan tertentu.

Model OSI dibagi atas tujuh lapisan (layer) yang masing-masing lapisan
mempunyai fungsi dan aturan tersendiri. Tujuan pembagian adalah untuk
mempermudah pelaksanaan standar tersebut secara praktis dan untuk
memungkinkan fleksibilitas dalam arti perubahan salah satu lapisan tidak
mempengaruhi perubahan dilapisan lain.

Berikut ini akan dijabarkan mengenai fungsi dari masing-masing lapisan:

•Lapisan Aplikasi (Application Layer)
Merupakan interface pengguna dengan Layer OSI lainnya di layer inilah
aplikasi-aplikasi jaringan berada seperti e-mail,ftp, http,danlain sebagainya.
Tujuan dari layer ini adalah menampilkan data dari layer dibawahnya kepada
pengguna.

•Lapisan Presentasi (Presentation Layer)
Berfungsi mengubah data dari layer diatasnya menjadi data yang bisa dipahami
oleh semua jenis hardware dalam jaringan.

•Lapisan Session (Session Layer)
Berfungsi mensinkronisasikan pertukaran data antar proses aplikasi dan
mengkoordinasikan komunikasi antar aplikasi yang berbeda.

•Lapisan Transport (Transport Layer)
Layer ini menginisialisasi, memelihara, serta mengakhiri komunikasi antar
komputer,selain itu juga memastikan data yang dikirim benar serta memperbaiki
apabila terjadi kesalahan.

•Lapisan Network (Network Layer)
Berfungsi untuk menyediakan routing fisik, menentukan rute yang akan ditempuh.

•Lapisan Data Link (Data Link Layer)
Layer ini berwenang untuk mengendalikan lapisan fisik, mendeteksi serta
mengkoreksi kesalahan yang berupa gangguan sinyal pada media transmisi fisik.

•Lapisan Fisik (Physical Layer)
Menangani koneksi fisik jaringan dan prosedur-prosedur teknis yang berhubungan
langsung dengan media transmisi fisik.

2. Protokol Model TCP/IP

Selain penggunaan model OSI sebagai protokol, perlu juga kita ketahui suatu
jenis protokollagi yang pertama digunakan dalam hubungan internet. Banyak
istilah dan konsep yang dipakai dalam hubungan internet berasal dari istilah
dan konsep yang dipakai oleh TCP/IP yang dikeluarkan oleh DOD Amerika Serikat.
Model ini terdiri dari empat lapisan (layer) yang memiliki kesamaan dan juga
perbedaan dalam fungsi-fungsinya dengan model OSI.

1. Application Layer pada model protokol TCP/iP adalah seperti seperti gabungan
dari layer application, presentation dan session pada protokol model OSI,pada
model protokol tcp/ip maka aplikasi yang dibuat dan berhubungan langsung
dengan pemakai akan diletakkan di sini.
contohnya : FTP, SMTP, HTTP, SNMP, RPC, DNs, dll

2. Host to Host/transport layer sama seperti pada model protokol OSI yaitu
berfungsi menghubungkan antara aplication layer dan internet layer
contohnya : UDP, TCP
SNMP (apliccation) menggunakan UDP
Telnet, FTP, SMTP (apliccation) menggunakan TCP

4. Internet Layer berfungsi untuk memberikan layanan dasar pengantaran data.
salah satu protokol yang bekerja pada layer ini adlah IP (internet protokol)
yang diantaranya berfungsi:
- mentransfer data dari Network access layer ke transport layer dan sebaliknya
- menangani datagaram termasuk fragmentasi dan defragmentasi
- menangani skema pengalamatan yang diguankana dalam pertukaran data
- menangani proses routing


5. Network access sama halnya dengan layer Data link dan Physical layer pada OSI
yang mengurusi banyak hal yang berhubungan dengan prosedur mekanis dan elektris
dalam transmisi bit-bit.

Selengkapnya...

Linux dan Linux


Seorang teman di kampus bercerita telah mencoba salah satu sistem operasi berbasis Linux. Ia tertarik mencoba karena jenuh terhadap sistem operasi komputer yang sudah ada. Namun, sejak saat itu ia juga mengaku kapok dan tidak akan mencoba Linux lagi. Alasannya praktis, karena Linux ketika itu masih sangat rumit digunakan.

Namun, itu terjadi beberapa waktu lalu saat Linux masih sebatas baris perintah. Kini Linux telah berubah, menjadi lebih canggih, relatif mudah digunakan, dan memiliki tampilan cantik.


Di kalangan pengguna komputer, kemudahan penggunaan Linux ketimbang sistem operasi lain seperti Windows atau Macintosh memang masih menjadi perdebatan. Namun harus diakui, sistem operasi Linux saat ini sudah jauh lebih mudah ketimbang Linux generasi sebelumnya.

Sistem operasi bermaskot penguin itu telah menggunakan graphical user interface (GUI) yang lebih praktis. Kita tinggal memilih menggunakan tampilan ala GNOME, KDE, atau Xfce. Ketiganya juga sudah mendukung tampilan tiga dimensi yang manis.

Hadirnya amunisi-amunisi baru Linux seperti Linux untuk netbook, instalasi lewat flashdisk, Linux Portabel, dan Linux LiveCD dan LiveUSB menunjukkan perkembangan Linux yang signifikan. Ketersediaan Wubi Installer juga turut memudahkan pengguna Windows memasang dan membuang Linux seperti memasang dan membuang aplikasi biasa.

Anda yang membutuhkan waktu beralih ke Linux juga difasilitasi dengan perangkat Lunak cuma-cuma bernama Wine (Winehq.org). Dengan Wine, kita tetap bisa menggunakan semua perangkat lunak berbasis Windows dalam sistem operasi Linux.

Perbedaan utama Linux dengan sistem operasi lain terletak pada kernel dan komponen-komponennya yang bebas dan terbuka. Kernel semacam perangkat lunak yang menjadi bagian utama dari sebuah sistem operasi. Tugasnya melayani bermacam program aplikasi untuk mengakses perangkat keras komputer secara aman.

Keluarga Linux

Sistem operasi Linux memiliki banyak kerabat. Kerabat-kerabat dalam Linux dikenal dengan istilah distro. Hingga saat ini ratusan distro Linux bisa kita dapatkan secara gratis. Tapi sayang, karena pilihan yang terlalu banyak itu, para pengguna justru sering dibuat bingung.

Menurut catatan Distrowatch.com distro Linux yang paling populer pada 2008 lalu adalah Ubuntu (termasuk Kubuntu, Xubuntu, dan Edubuntu), Opensuse, Mandriva, dan PCLinuxOS.

Ada pula distro Linux yang mengabdikan diri terhadap dunia pendidikan, yakni Edubuntu (Edubuntu.org). Generasi Linux terbaru yang kita kenal saat ini antara lain Mandriva 2009, OpenSuse 11.1, dan Ubuntu 9.04.

Perkembangan generasi Linux sangat cepat jika dibandingkan dengan sistem operasi lain, rata-rata berganti setiap enam bulan sekali. Kita juga tidak perlu repot melakukan instal ulang untuk berganti dari generasi lama ke generasi terbaru. Kita tinggal menekan tombol upgrade dan proses akan selesai.

Mesin virtual


Salah satu faktor yang mempersulit penetrasi penggunaan Linux ialah keraguan para pengguna komputer untuk melepaskan sistem operasi yang sudah ada. Untuk menepis keraguan itu, kita bisa menjajal teknologi mesin virtual. Dengan teknologi tersebut, Linux bisa kita gunakan di atas Windows yang sedang berjalan layaknya menonton televisi. Bahkan kita bisa langsung menggunakan Linux di atas Windows.

Virtualisasi bisa kita lakukan menggunakan perangkat lunak milik Sun Microsystem, yakni Sun xVM Virtualbox. Kita bisa mengunduhnya di situs Sun.com. Sebelum menjajal mesin virtual, kita tetap mesti mengunduh CD ISO Linux di situs distro masing-masing. Dengan mesin virtual, kita bisa menjajal puluhan distro Linux tanpa menjalani proses instalasi sama sekali.

Internet cepat


Linux konon menawarkan sensasi berinternet dengan kecepatan lebih baik jika dibandingkan dengan sistem operasi lain. Hal tersebut sangat terasa ketika kita mengunduh data. Linux juga relatif aman dari serangan virus dari dunia maya karena menggunakan sistem file dan kernel yang berbeda dengan sistem operasi lain.

Dengan Linux, kita juga tidak perlu membeli perangkat lunak tambahan karena semua sudah tersedia dalam satu paket. Misalnya, untuk mengetik kita tidak perlu membeli aplikasi perkantoran karena telah ada Open Office. Demikian pula perangkat lunak untuk chatting, browsing, dan sebagainya bisa langsung kita gunakan dalam sistem operasi tersebut. Semuanya bisa kita peroleh secara cuma-cuma. Alhasil, kita tidak perlu lagi menggunakan perangkat lunak bajakan.

Linux juga tidak bergantung kepada vendor (vendor independence) karena dikendalikan oleh pengembang dan komunitas pengguna. Karena tidak bergantung pada vendor, Linux juga memiliki kelemahan. Beberapa pabrikan perangkat keras masih ada yang anti-Linux. Tidak mengherankan jika beberapa perangkat keras masih enggan bekerja maksimal di Linux.

Di Indonesia, ketertarikan masyarakat terhadap Linux terbukti menguat. Hal itu bisa dilihat dengan maraknya komunitas pengguna Linux Indonesia seperti yang bisa kita lihat di Linux.or.id, Opensuse.or.id, Mandriva-user.or.id, Ubuntu-id.org, dan UbuntuLinux.or.id.
Selengkapnya...

Certified

Kuliah Umum "Embedded System"

Kuliah Umum "Web Programming"


Workshop "Linux Terminal Server Project"


Kursus "Building Internet Server with Linux System"





Selengkapnya...

KTP Kaskus

Free KTP Kaskuser - ktpkaskuser.co.cc

Artikel Terbaru

Berlangganan

Untuk berlangganan artikel-artikel ini via email, ketikkan alamat email kamu dibawah ini :

All About Networking

Buku Tamu


ShoutMix chat widget

Google Friend Connect

MikroTik Engineer